news & activities

Pengelolaan Limbah Makanan 7-Eleven

13 Jun 2014

Pengelolaan Limbah Makanan 7-Eleven Oleh UKM Mitra Binaan

Jakarta, 13 Juni 2014. 7-Eleven mengadakan field trip ke tempat pengolahan limbah makanan dari outlet-outlet 7-Eleven. Kunjungan dilakukan pada hari Jumat (13/6) bertempat di Jl.Studio Alam TVRI, Gg. Persahabatan Ujung, No.46, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Pengolahan limbah ini dikelola oleh Bpk. Rudi Murodi, seorang pengusaha kecil yang telah lebih dari 1 tahun dibina secara langsung oleh PT Modern PutraIndonesia (7-Eleven). Kegiatan pembinaan pengusaha kecil ini merupakan bagian dari program CSR PT Modern PutraIndonesia sebagai perusahaan yang ramah lingkungan.

Selain dari outlet-outlet 7-Eleven, limbah-limbah organik yang diolah   Bpk Rudi Murodi juga berasal dari pasar-pasar, maupun rumah tangga.  Limbah diperoleh akan diproses dengan menggunakan mesin pengolahan menjadi produk  pakan ikan, pakan ayam, dan probiotik/mikro organisme lokal hingga pupuk organik cair.

Proses pengolahan limbah yang akan menjadi pakan ikan bersumber dari limbah makanan yaitu nasi, roti, sosis, ayam, mie, ikan, dsb. Sementara limbah minuman, buah, dan sayuran, diproduksi menjadi bahan probiotik dan pupuk organik cair. Sedangkan limbah anorganik berupa plastik, kardus, dan kertas, dipilah kemudian di jual kembali.

Saat ini, kegiatan pengolahan limbah dikerjakan oleh 10 orang tenaga kerja. Unit kegiatan pengolahan limbah ini menggunakan sembilan mesin, terdiri dari lima mesin lama, dan empat mesin pengering baru yang merupakan bantuan dari  7-Eleven.  Jenis mesin yang digunakan di antaranya adalah Mesin Penepung, Mesin Penghancur, Mesin Pencampur, dan Mesin Pencetak.

Kapasitas produksi mesin pengolahan tersebut dapat memproduksi pakan ikan kira-kira 400 kg hingga 1000 kg per hari, tergantung dari jumlah limbah yang akan masuk dan diolah. Rata-rata limbah yang masuk sekitar 800-1200 kilogram per hari.

Secara tidak langsung, produksi pakan ikan ini dapat meningkatkan hasil panen dan menekan biaya produksi budidaya ikan. Di mana harga pakan ikan saat ini semakin mahal dan petani budidaya semakin sulit dalam meraih keuntungan dalam budidaya ikan. Selain itu, 7-Eleven dan pelaksana pengolahan limbah ini juga membantu perekonomian kawasan setempat dengan merekrut sumber daya manusia sekaligus membekali dan membina kemampuan para pekerjanya. “Projek pengolahan limbah makanan ini adalah sebagai bentuk kepedulian 7-Eleven terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, hal ini juga adalah sebagai salah satu pemecahan masalah dari limbah makanan yang dihasilkan oleh 7-Eleven setiap harinya yang tidak dapat dibuang sembarangan karena akan berdampak negative,” demikian penuturan Henri Honoris, President Director PT Modern PutraIndonesia.

Kegiatan usaha pengolahan limbah menjadi pakan ikan dan ayam serta pupuk cair organik yang dijalankan oleh Bpk Rudi Murodi ini sejalan dengan misi 7-Eleven untuk menjadi perusahaan yang ramah lingkungan. Karena itu, 7-Eleven juga serius  dalam mengelola limbah yang berasal outlet-outlet 7-Eleven sejak tahun lalu.  Pengolahan limbah ini pun dalam skala besar akan dapat membantu pasar-pasar dan rumah tangga dalam mengatasi persoalan limbah/sampah.